• Home
  • /
  • Akar Wangi Di Lebak Pulus Desa Sukakarya Bersama Bapak H.Ede Ketua Asosiasi Minyak Atsiri Jawa Barat

Akar Wangi Di Lebak Pulus Desa Sukakarya Bersama Bapak H.Ede Ketua Asosiasi Minyak Atsiri Jawa Barat

akar wangi merupakan salah satu komunitas yang berjalan lama di masyarakat (1800an / 1918an) di legok pulus, dikelola pertama kali oleh orang Belanda, pribumi hanya tenaga buruh, lalu menyebar ke daerah Garut yg lain dulu di legok pulus ada hotel Belanda yang saat penjajahan Jepang dihancurkan, nama tuannya tuan hak entah memang karena namanya atau karena ia yang berhak/berkuasa kurang lebih 100 hektar akar wangi, perbatasan tanjung karya dan Cisarua (hamparan nya) yang lain nya tanaman, sayuran (sosin), padi tergeser oleh palawija karena petani mencari yang lebih menguntungkan kan dan menunjang terhadap kehidupan salah satu komoditas unggulan Garut itu akar wangi, di ekspor ke luar negeri, misalnya minyak akar wangi yang menjadi parfum, obat-obatan, kosmetik dan tidak bisa di sintetis

Eropa Prancis Italia Spanyol Jepang China Uni emirat Arab india untuk membuat parfum semuanya membutuhkan akar wangi untuk mengikat wanginya (salah satu pengikat nya) berawal dari orang Eropa yang pintar dan pribumi masih bodoh mengembangkan potensi akar wangi vetiver oil ( brand akar wangi Garut : Java vetiver oil), bersaing dengan Haiti (penghasil akar wangi) dulu Garut merupakan produksi akar wangi terbesar di dunia 100ton, lalu ternyata Haiti ternyata cocok untuk menanam akar wangi 150ton, teknologi tinggi, canggih, ekonomi dikendalikan pemerintah, sedangkan di kita susah diatur warganya untuk Indonesia sekarang jadi no2 setelah Haiti tapi kualitasnya akar wangi Indonesia terbaik karena unsur-unsurnya dapat diurai, akar wangi di Indonesia itu diekspor bahan baku nya minyak mentah, 2 jt perkilo, lalu kita beli dari luar yang sudah jadi sekarang Indonesia kalah merk perhatian pemerintah ada, modal dan peralatan dibantu, tapi susah untuk mengembangkan hasil terbaiknya karena adanya kecurangan dari pihak atas petani ada bantuan dari pemerintah, seperti ada bantuan mesin, dinas perkebunan pertanian tiap taun ada pelatihan (1thn sekali) tapi terbatas 2400 hektar (lahan potensial akar wangi di seluruh Garut) yang dapat di bina & diarahkan hanya kurang lebih 10% kondisi petani nya kebanyakan hanya tukang kuli manakala musim panen raya anjlok

1. untuk modal petani biasanya pinjam (cicil) daripada ke Bank banyaknya ke pengijon (pemodal) sehingga ketika panen kadang rugi kadang untung yang untung kebanyakan hanya bandar bandarnya itulah permasalahan nyasolusinya pemerintah menawarkan kredit perbankan tapi dlm praktek nya tidak mudah karena persyaratan nya tidak memenuhi

2. permasalahan petani masih berpegang teguh pada cara tradisional daripada yang modern karena berpikir bahwa teknologi saat ini akan lebih mahal pengurusannya

3. kualitas, diadakan pelatihan pembinaan manajemen kualitas, asal jadi uang harga berapapun jadi produksi, padahal kualitas juga penting, kaitannya pemahaman mengenai kualitas masih kurang, karena petani tradisional masih kurang respon, dan rendahnya jenjang pendidikan yang di dapatkan

4. generasi sekarang banyak yang tidak mau terjun ke kebun (lapang) karena IPTEK, di lapangan banyak yang dilepas oleh generasi sekarang

5. baru sebagian yang bisa memiliki akses ke pasar, banyak yang masih dibodohi harga oleh bandar

6. di Indonesia masih dengan cara tradisional tidak menggunakan teknologi sehingga masih membutuhkan tenaga manusia, makin kesini pertanian semakin berkurang karena generasi sekarang banyak yang mencari kerja ke kota

7. akar wangi sampai bulan Agustus 2018 harga melejit sampai 5jt, tapi sekarang panen raya harga ambles

8. sekarang banyak teknologi asing yang mana pribumi menjadi buruh di tanah sendiri

penduduk Indonesia hanya menguasai 1% ekonomi dari 75% perekonomian di Indonesia kepala dusun (pa sandang) pengusaha akar wangi/ketua kelompok tani pulus wangi & ketua minyak Atsiri di Jawa barat, salah satu anggota minyak Atsiri di Indonesia di Garut khusus di bidang akar wangi (pa h.Ede) minyak Atsiri ada organisasinya panennya antara 10-12 bulan, standar kualitas nya 1 thn (idealnya) akar tani

1. pengolahan tanah, dicampur

2. penanaman (sprti menanam singkong,

3. dilobangin 50×40

4. di Kored 1-2bln

5. dikored K2 5bln

6. di pupuk dulu pakai organik jgn tersentuh kimia sampai tahun 80an, tapi skrg dengan bahan kimia

suatu waktu pernah diundang dan bertemu dengan kementrian bidang pertanian, pa Anton khususnya akar wangi, minta untuk dibantu

pernah diundang ke UNIGA oleh pa abdusy Syakur

pernah ada studi farmasi/observasi dari Amerika, pernah dari 14 negara Asia Pasifik, pernah dari STPDN penelitian akar wangi

Leave Your Comment Here