• Home
  • /
  • Lebih Dekat Mengenal Kebudayaan Warga Adat “Sunda Wiwitan” Desa Cintakarya

Lebih Dekat Mengenal Kebudayaan Warga Adat “Sunda Wiwitan” Desa Cintakarya

Samarang, (05/02/2019) Peserta KKN Tematik kelompok 62 Universitas Garut mengunjungi kediaman warga adat sunda wiwitan, yang terletak di desa Cintakarya kecamatan Samarang dalam rangka silaturahmi. Keberadaan warga adat di desa Cintakarya terletak di dusun dua, untuk dapat sampai di pemukiman warga adat sunda wiwitan, kita hanya perlu menempuh waktu 5 menit dengan berjalan kaki dari kantor desa Cintakarya.

Kedatangan kelompok 62 di tempat yang disediakan untuk berkumpulnya warga adat disebut bale, disana kami disambut hangat oleh mereka. Tatacara penyambutan yang mereka berikan adalah dengan mengucapkan “sampurasun” sebagai pembuka kata dan disambut dengan sambutan yang diberikan oleh sesepuh warga adat. Kami diperkenalkan dengan beragam seni musik bahkan warga adat memberikan penyambutan dengan iringan kesenian musik dan nyanyian pupuh yang sangat indah didengar.

               Kebudayaan sunda wiwitan memiliki daya tarik tersendiri dimata para pendatang, Kebudayaan tersebut ditanamkan dari generasi ke generasi sehingga tidak ada pengaruh budaya atau kepercayaan lain. Pengajaran yang terus dilestarikan oleh warga adat ini seperti, aksara sunda, kesenian musik, pupuh sunda. Kemudian tatacara dalam kehidupan meliputi tatacara kelahiran, perkawinan dan kematian yang disebut (pikukuh tilu). Dalam pelaksanaan sehari-hari ada yang disebut dengan kurasan, atau yang sering kita ketahui sebagai ibadah yang dilakukan oleh warga adat tersebut. Waktu pelaksanaan kurasan ini dilakukan pada saat terbenamnya matahari yang diadakan di bale dan pada saat subuh atau sebelum terbitnya matahari yang diadakan di kediaman warga adat masing-masing.

               Kebudayaan warga adat sunda wiwitan ini, merupakan potensi desa Cintakarya seperti kesenian buncis. Bahkan warga adat mengajari kami untuk belajar menari tarian tradisional sunda. Seni dan ajaran sunda wiwitan tidak dapat dipisahkan, karena mempelajari seni musik dan pupuh merupakan suatu kewajiban bagi setiap individu masyarakat adat sunda wiwitan. Namun, mereka juga tidak menutup diri dengan perkembangan teknologi ataupun tidak membatasi pergaulan dengan masyarakat selain warga adat. Mereka hidup rukun berdampingan dengan masyarakat selain warga adat, begitu pula dengan sikap toleransi yang ditanamkan oleh masyarakat sekitarnya.

Leave Your Comment Here